Masih ingatkah kau pada puisi cinta yang kubisikkan
padamu dulu?
Kita satu, maka nafasku adalah nafasmu
Senyumku selalu senyummu
Tapi tidak untuk tangisku
Karena perih tangis yang ku ratapi selalu tangisku, bukan tangismu
Maka tersenyumlah
Atika, 13th, kelas 1 SMP